Selasa, 14 Januari 2020

Cidenty Dea Crismonia Dwijayati
A310160204


GEDUNG EDUTORIUM UMS DIKLAIM 
MENJADI GEDUNG TERMEGAH DI JAWA TENGAH


Gedung yang disebut sebagai edutorium, yaitu gedung pertemuan yang mengandung aspek pendidikan. Sofyan Anif menginginkan gedung itu akan tetap dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah setelah digunakan untuk Muktamar ke-48 Muhammadiyah. Karena itu, UMS akan melengkapi gedung pertemuan itu dengan Museum Peradaban Islam Asia Tenggara. Gedung itu juga akan disewakan untuk umum.


Kedua, Edutorium UMS itu juga untuk pertemuan internal universitas. Misalnya wisuda UMS bisa langsung digelar serentak dalam sekali pelaksanaan, tidak seperti selama ini yang harus dipecah karena keterbatasan kapasitas lahan.

Ketiga, Edutorium UMS itu juga bisa untuk olahraga. Nantinya, gedung ini akan dilengkapi sportorium sehingga bisa untuk badminton, voli, dan sebagainya di lantai I. Sementara itu gedung pertemuan di lantai II dan lantai III bisa menjadi balkon.

Setelah bangunan dipotong menjadi tiga lantai, dari semula empat lantai, sekarang anggaran yang diperlukan berkisar Rp230-an miliar. Harapannya dengan dibangunnya gedung ini akan mampu mengatasi salah satu masalah UMS yaitu penyediaan tempat layanan mahasiswa terkait wisuda. Selain itu karena pembangunan ini dinilai merupakan amanah muktamar, maka nanti diharapkan bisa representatif untuk muktamar.

“Sesuai dengan visi UMS, akan menjadi pusat pengembangan iptek islami dan memberi arah perubahan. Salah satu perubahan islami itu nanti dalam bentuk museum. Dulu saya minta Museum Muhammadiyah, tapi ternyata sudah ada di UMY.”

Sedangkan Museum Peradaban Islam Asia Tenggara ini dinilai persis seperti yang diidam-idamkan pendiri UMS yaitu Moh. Djazman. Dulu Djazman dikatakan pernah berkeinginan UMS menjadi pusat peradabam Islam Asia Tenggara, meski ketika itu tak menyebut museum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar