A310160204
GEDUNG EDUTORIUM UMS DIKLAIM
MENJADI GEDUNG TERMEGAH DI JAWA TENGAH
Gedung yang disebut sebagai
edutorium, yaitu gedung pertemuan yang mengandung aspek pendidikan. Sofyan Anif
menginginkan gedung itu akan tetap dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah
setelah digunakan untuk Muktamar ke-48 Muhammadiyah. Karena itu, UMS akan
melengkapi gedung pertemuan itu dengan Museum Peradaban Islam Asia Tenggara.
Gedung itu juga akan disewakan untuk umum.
Kedua, Edutorium UMS itu juga
untuk pertemuan internal universitas. Misalnya wisuda UMS bisa langsung digelar
serentak dalam sekali pelaksanaan, tidak seperti selama ini yang harus dipecah
karena keterbatasan kapasitas lahan.
Ketiga, Edutorium UMS itu juga
bisa untuk olahraga. Nantinya, gedung ini akan dilengkapi sportorium sehingga
bisa untuk badminton, voli, dan sebagainya di lantai I. Sementara itu gedung
pertemuan di lantai II dan lantai III bisa menjadi balkon.
Setelah bangunan dipotong menjadi
tiga lantai, dari semula empat lantai, sekarang anggaran yang diperlukan berkisar
Rp230-an miliar. Harapannya dengan dibangunnya gedung ini akan mampu mengatasi
salah satu masalah UMS yaitu penyediaan tempat layanan mahasiswa terkait
wisuda. Selain itu karena pembangunan ini dinilai merupakan amanah muktamar,
maka nanti diharapkan bisa representatif untuk muktamar.
“Sesuai dengan visi UMS, akan
menjadi pusat pengembangan iptek islami dan memberi arah perubahan. Salah satu
perubahan islami itu nanti dalam bentuk museum. Dulu saya minta Museum
Muhammadiyah, tapi ternyata sudah ada di UMY.”
Sedangkan Museum Peradaban Islam
Asia Tenggara ini dinilai persis seperti yang diidam-idamkan pendiri UMS yaitu
Moh. Djazman. Dulu Djazman dikatakan pernah berkeinginan UMS menjadi pusat peradabam Islam Asia Tenggara, meski
ketika itu tak menyebut museum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar