Rabu, 30 Oktober 2019

JAFRA, MUD MASK


Nama   : Cidenty Dea Crismonia Dwijayati
NIM    : A310160204


            JAFRA Cosmetics Internasional, Inc adalah produsen sekaligus pemasar langsung produk kosmetik internasional asal Amerika yang beroperasi di lebih dari 18 negara. Sejak tahun 2004, JAFRA menjadi anggota dari Vorwerk Group, sebuah perusahaan keluarga yang didirikan pada tahun 1883 dengan kantor pusat di Jerman. Nama perusahaan berasal dari nama pertama pendirinya yaitu Jan dan Frank (JA + FRA).
            JAFRA didirikan oleh Jan dan Frank Day pada tahun 1956 di Malibu, California. Saat ini Jafra sudah berusia hampir 62 tahun. Pasangan suami istri pendri Jafra mempelajari rahasia kecantikan Mesir kuno dan menciptakan produk perawatan kulit yang menjadi ciri khas JAFRA yaitu Royal Jelly Milk Balm. Produk perusahaan terus berkembang hingga mencakup lebih dari 700 produk mulai dari perawatan kulit, wewangian, kosmetik, dan toiletries. Produk-produk yang diciptakan oleh Jafra senantiasa melalui uji laboratorium serta uji klinis oleh serangkaian ahli yang mumpuni di bidangnya.
Produk Jafra merupakan hasil kombinasi dari ramuan India kuno yakni Ayurveda serta teknologi modern, sehingga tercipta produk perawatan kulit yang berkualitas tinggi. Dalam proses pembuatan produk, Jafra tidak menggunakan bahan hydroquinone dan merkuri yang merupakan bahan pemutih kulit berbahaya. Selain itu, Jafra juga tidak menggunakan bahan yang mengandung plasenta, darah, babi, maupun anjing. Jafra pun tidak melakukan percobaan pada hewan (no animal testing). Salah satu dari produk jafra yaitu Mud Mask.

JAFRA Mud Mask


            JAFRA Mud Mask atau dikenal juga dengan nama masker lumpur JAFRA merupakan salah satu produk unggulan dan best seller JAFRA. JAFRA Mud Mask (Masker Lumpur) terbuat dari lumpur mineral yang berasal dari Laut Mati (Dead Sea), tanah liat alami, vitamin E, tanaman Ayurvedic, serta antioksidan. Dianggap memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit, lumpur mineral laut mati sudah banyak digunakan sejak jaman dulu. Penggunaan lumpur mineral laut mati terutama untuk perawatan tubuh dan kulit wajah masih banyak digunakan hingga kini.
            Beberapa manfaat dari produk ini adalah membantu membersihkan kulit wajah dan tubuh, membebaskan pori-pori yang tersumbat, menghilangkan minyak berlebih, serta mengangkat kotoran dan sel kulit mati. Selain bermanfaat untuk mengontrol kelebihan minyak pada kulit, lumpur mineral juga dapat membersihkan pori-pori sehingga membuat kulit menjadi lebih bersih dan halus. Kandungan lumpur laut mati yang kaya mineral juga terbukti mampu mencegah munculnya jerawat. Ekstrak lumpur mineral dan tanaman Ayurvedic yang terkandung dalam JAFRA Mud Mask dapat melembabkan dan mencerahkan kulit sehingga tampak halus bercahaya.
            Sedangkan vitamin E yang juga memperkaya kandungan JAFRA Mud Mask bermanfaat sebagai antioksidan dan mengembalikan kekenyalan kulit. Terbuat dari bahan alami dan telah melalui serangkaian uji lab independen membuat JAFRA Mud Mask cocok digunakan untuk semua jenis kulit. JAFRA Mud Mask memiliki kemasan yang cukup besar dengan berat isi sebanyak 250 gram. Harga masker lumpur JAFRA (Mud Mask) ini adalah Rp. 389.000,-. Gunakan JAFRA Mud Mask pada wajah dan tubuh untuk perawatan spa secara menyeluruh di rumah.


Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaan JAFRA Mud Mask secara rutin:
1.      Membersihkan kulit sehingga menjadikan kulit terasa halus dan lembut.
2.  Membantu mengangkat kotoran dan sel kulit mati dari permukaan kulit         sehingga menjadikan kulit lembab dan lembut.
3.      Kandungan lumpur bentonite bermanfaat untuk mengurangi sisa minyak pada kulit.
4.  Ekstrak tanaman Ayurveda yang memiliki sifat sebagai antioksidan serta dapat        melembabkan kulit, menjadikan kulit tampak cerah dan terasa lembut.
5.   Mengandung Vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan untuk menjaga elastisitas          kulit.
6.      Mengandung Pro Vitamin B5 yang memberikan kelembaban pada kulit.

Berikut adalah manfaat 9 bahan aktif yang terkandung dalam produk JAFRA Mud Mask:

  1. Kaolin, Lumpur alami yang bermanfaat untuk menyerap minyak berlebih pada kulit.
  1. Bentonite, Lumpur mineral alami yang berfungsi untuk menghilangkan minyak dari pori-pori kulit.
  1. Silt, Lumpur alami dari Laut Mati yang kaya akan mineral yang dapat mengangkat kotoran, menghilangkan sisa minyak di pori-pori, menstimulasi kulit, dan meningkatkan kelembaban kulit.
  1. Milk protein & Glycyrrhiza glabra (Licorice) Extract, Berfungsi sebagai antioksidan serta membantu mencerahkan dan melembabkan kulit.
  1. Panthenol, Pro-Vitamin B5 yang membantu menjaga kondisi kulit dan melembabkan kulit.
  1. Glycerin, Menjaga kelembaban dan elastisitas kulit.
  1. Tocopheril Acetate, Vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan bermanfaat untuk menjaga elastisitas kulit.
  1. Sodium PCA, Faktor pelembab alami yang menjaga kelembaban kulit.
  1. Allantoin, Menjaga kelembutan kulit.
Komposisi & Bahan Kandungan JAFRA Mud Mask
Berikut adalah beberapa bahan kandungan yang terdapat dalam JAFRA Mud Mask:
·         Aqua
·         Kaolin
·         Glycerin, Cetyl Alcohol
·         Cyclomethicone
·         Glyceryl Stearate
·         PEG-100 stearate
·         Pentylene Glycol
·         Glycereth-26
·         Silt
·         Milk Protein (Lactis Proteinum)
·         Glycyrrhiza glabra root extract
·         Fragrances
·         Magnesium Aluminum Silicate
·         Sodium PCA
·         DMDM Hydantoin
·         Tocopheryl Acetate
·         Xanthan gum
·         Trisodium EDTA
·         PEG-4 laurate
·         Lodopropynyl Butylcarbamate
·         Panthenol
·         Sodium hexametaphosphate
·         Bentonite
·         Cetearyl Alcohol
·         Polysorbate 60
·         PEG-150 Stearate
·         Steareth-20
·         Allantoin

Berikut adalah langkah-langkah penggunaan (cara pemakaian) mud mask (masker lumpur):
1.      Bersihkan wajah menggunakan cleanser atau sabun khusus wajah.
2.      Lanjutkan dengan penggunaan gentle exfoliating scrub untuk membantu mengangkat sel     kulit mati.
3.      Oleskan JAFRA Mud Mask dengan lembut pada kulit wajah dan/atau tubuh secara             merata. Hindari area mata.
4.      Biarkan selama 15-20 menit.
5.      Bilas secara menyeluruh menggunakan air bersih.

Penggunaan JAFRA Mud Mask Berdasar Jenis Kulit
·         Kulit kering: gunakan mud mask cukup seminggu sekali.
·         Kulit kombinasi: gunakan mud mask 1-2 kali/minggu.
·         Kulit berminyak: gunakan mud mask hingga 2-3 kali/minggu.


Senin, 22 April 2019


Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu vs Pikap Tewaskan Anggota TNI



Magetan - Tabrakan yang melibatkan Bus Sugeng Rahayu terjadi di Magetan. Bus dengan nopol W 7160 UZ bertabrakan dengan pikap Daihatsu Gran Max bernopol N 9720 WE.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 00.00 WIB di Jalan Maospati-Ngawi Desa/Kecamatan Karangrejo, Magetan. Tepatnya di atas Jembatan Glodog.

"TKP kecelekaan di Jalan Raya Maospati-Ngawi, Kecamatan Karangrejo libatkan Bus Sugeng Rahayu dengan Gran Max. Sopir Gran Max meninggal di lokasi," kata Kasat Lantas Polres Magetan AKP Himmawan, Selasa (16/4/2019).

Jumat, 08 Maret 2019



Pada tahun 1966 di Vietnam sedang terjadi perang, analis militer Daniel Ellsberg bersama pasukan Amerika Serikat berada dalam pertempuran, mereka mendokumentasikan perkembangan kegiatan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut untuk dilaporkan kepada Robert. Dalam perjalanan pulangnya, Robert memberitahu Daniel dan William tentang pandangannya bahwa perang yang terjadi di Vietnam sudah tidak ada harapan lagi, namun setelah mendarat, Robert menjelaskan kepada media pers bahwa ia memiliki keyakinan dalam upaya perang. Daniel sengaja mendengar hal ini dan ia kecewa.
Beberapa tahun kemudian, Daniel secara diam-diam menyalin dokumen tentang laporan keterlibatan negara Amerika Serikat selama beberapa tahun dalam konflik di Vietnam tersebut, saat masa pemerintahan Presiden Harry Truman. Daniel kemudian membocorkan dokumen-dokumen tersebut kepada para jurnalis The New York Times dan The Washington Post seta penerbit Pentagon Papers pada tahun 1971.
Katharine Graham yang merupakan pemilik dari penerbit The Washington Post khawatir tentang persiapan peluncuran surat kabar tersebut, tindakan yang diakuinya sangat penting untuk memperkuat stabilitas ekonomi surat kabar tersebut. Katharine tidak memiliki pengalaman dan sering dikesampingkan oleh orang-orang yang lebih tegas darinya, seperti kepala editor Ben Bradlee dan anggota dewan Arthur Parsons. Ben Bradlee sangat berusaha untuk menyamakan kemampuan The New York Times untuk mendapat beberapa berita pertama, meskipun hal itu sia-sia. Sementara itu, Robert, teman lama Katharine, mengakui bahwa dia akan menjadi subjek liputan yang tidak menarik oleh The New York Times. Kisah itu ternyata menjadi sebuah fakta kasus penipuan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat yang sudah lama berjalan. Namun, kasus ini dihentikan oleh pengadilan terhadap publikasi lebih lanjut oleh The New York Times.
Asisten editor The Washington Post Ben Bagdikian melacak Daniel sebagai sumber kebocoran, yang memberikan Ben Bagdikian salinan dari materi yang sama yang diberikan kepada The New York Times. Sebuah tim jurnalis The Washington Post memilah tumpukan kertas dan mencari berita utama. Pengacara The Washington Post menyarankan agar tidak mempublikasikan berita tersebut dan berharap administrasi Presiden Richard Nixon tidak mengajukan tuntutan kriminal terhadap mereka. Katharine berdiskusi dengan Robert, Ben Bradlee dan ketua The Washington Post Fritz Beebe merasa bingung dalam mengambil keputusan untuk mempublikasikan berita tersebut atau tidak. Situasi menjadi semakin rumit ketika pengacara The Washington Post menemukan bahwa sumber Ben Bagdikian sama dengan The New York Times yang memiliki kemungkinan bahwa Katharine berada dalam penghinaan terhadap pengadilan. Jika tuntutan diajukan oleh tim jurnalis The New York Times, Katharine dapat menghancurkan surat kabar yang dilihatnya sebagai warisan keluarga. Sebaliknya, jika ia memenangkan tantangan hukum, The Washington Post malah bisa membangun dirinya sebagai lembaga jurnalistik yang terbaik. Katharine memilih untuk menerbitkan berita tersebut.
Kemudian waktu singkat The Washington Post dan The New York Times muncul bersama di hadapan Mahkamah Agung untuk mengajukan penjelasan Amendemen Pertama mereka atas hak penerbitan berita. Sementara itu, surat kabar di seluruh negeri mengangkat kisah solidaritas The Washington Post dan The New York Times. Pengadilan memutuskan mendukung surat kabar, menguatkan keputusan Katharine.

-----------------------------------------------SELESAI--------------------------------------------------